Solusi Nikah Beda Agama

Cintamu Anugerah, Legalitasmu Hak

Wujudkan pernikahan beda agamamu dengan pendamping terpercaya selama lebih dari 22 tahun. Dapatkan dukungan konseling life-time untuk menjaga keharmonisan cintamu, sebelum dan sesudah menikah.

Visi Kami

Merayakan Cinta dalam Keberagaman

Lebih dari 22 tahun mendampingi ribuan pasangan, kami sampai pada satu kesadaran “Indonesia adalah bangsa majemuk karena Anugerah Sang Pencipta”. Keberagaman bukanlah sekat pemisah, melainkan karya agung Tuhan yang harus disyukuri. Sejarah mencatat, pernikahan beda agama telah ada seiring dengan napas peradaban nusantara, membuktikan bahwa cinta selalu menemukan jalannya di tengah perbedaan.

Menikah beda agama bukan lagi sekadar ‘perjuangan’ untuk mendapatkan pengakuan negara, tetapi sebuah momentum untuk ‘Merayakan Kebersamaan’. Kami ada untuk memastikan hak konstitusional terpenuhi, mengubah stigma menjadi penerimaan, dan membantu mewujudkan keluarga bahagia yang menjadi potret kecil dari Bhinneka Tunggal Ika.

Kami bersamamu​

Niat baik punya jalan, Cinta membawa damai.

Pernikahan bukan hanya soal menyatukan dua hati, tapi juga tentang memberikan rasa aman bagi masa depan. Kami ada untuk menjaga agar niat baik mendapat jalan yang terang. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, kami hadir untuk mendampingi dan memastikan setiap langkah, sehingga kedamaian yang diimpikan bisa segera menjadi kenyataan.

Kisah Mereka

Perjalanan Cinta yang Berlabuh Damai

Selama sembilan tahun menjalin hubungan, Sasa (Muslim-Melayu) dan Tio (Kristen-Batak) telah memiliki tekad yang kuat untuk bersatu dalam pernikahan.

Komitmen mereka untuk tetap mempertahankan agama masing-masing menjadi salah satu alasan luluhnya restu orang tua pada tahun ketujuh hubungan mereka. Kedua belah pihak keluarga menyadari keteguhan hati anak-anak mereka, hingga akhirnya memberikan restu atas pilihan hidup yang telah mereka ambil.

Meski begitu, pasangan ini masih harus berjuang selama dua tahun berikutnya untuk mencari jalan keluar, terutama karena adanya kendala aturan administratif dalam pelaksanaan pernikahan beda agama.

Penantian panjang itu akhirnya terwujud pada November 2025. Sasa dan Tio resmi melangsungkan pernikahan melalui dua tata cara, yakni Akad dan Pemberkatan. Tak lama lagi, pada tahun 2026, mereka akan melangsungkan pesta adat di Medan untuk merayakan kemenangan cinta mereka dalam harmoni.

Sasa & Tio

Pasangan Maya (Muslim) dan Jojo (Katolik) berdomisili di Karawang. Mereka pertama kali berjumpa dengan kami melalui media sosial pada pertengahan tahun 2025.

Berikut adalah pesan pertama yang mereka sampaikan:
“Kak, kami mau konsultasi soal hubungan beda agama. Kami pasangan Islam dan Katolik yang sudah menjalin hubungan hampir 11 tahun. Kami sudah sangat lelah dengan keadaan yang harus selalu sembunyi-sembunyi dan membohongi orang tua masing-masing. Kami merasa tidak bisa terus-terusan begini. Kami ingin menikah, tapi takut untuk berterus terang kepada orang tua, sementara usia kami sudah tidak muda lagi. Mohon bantuannya.”

Setelah melalui proses percakapan dan pendampingan, pasangan ini akhirnya menemukan jalan keluar atas perjalanan cinta mereka. Pernikahan mereka dilaksanakan melalui dua tata cara: pemberkatan di sebuah Gereja Katolik di Jawa Tengah, serta akad nikah secara Islam yang dilaksanakan di Depok. Saat ini, Maya dan Jojo telah resmi menjadi pasangan suami-istri yang bahagia dan kembali menjalani kehidupan mereka di Karawang.

Maya & Jojo